Unknown

  • Home
  • Belajar Mengetik
    • Bukan Untuk Dibaca
    • Cerpen
    • Kisah Inspiratif
    • Puisi
    • Yang Mungkin Menginspirasi
  • Untuk Diketahui
  • Download
    • Software
  • Facebook
  • Twitter
  • Ask Fm

Mengapa Sampai Tersesat di Jalan Dakwah Ini?

Begitulah pertanyaan yang dilemparkan teman-teman dan termasuk aku yang hadir saat mengikuti dauroh kala itu, entah mengapa aku pun heran dengan pertanyaan yang seperti itu, ditanyakan apa alasan kamu sampai bisa tersesat dijalan dakwah ini, mengapa demikian, kemudian dituliskan dalam sebuah kertas.
Aku pun berpikir lama, panjang, mencoba mengotak-atik apa yang ada didalam hati kala itu, sangat bingung apa yang ingin aku tuliskan, dan sempat berpikiran tidak mampu untuk menjawab dan menuliskan pertanyaan itu.
Kala itu juga, ku lihat teman-teman semuanya dengan semangat dan lancar menuliskan dalam selembar kertas, bahkan begitu pula teman yang ada didekat ku, disamping ku, mereka lancar dan tersenyum-tersenyum saat menuliskan, aku heran mengapa mereka bisa dengan lancar berpikir dan menuliskannya dalam selembar kertas.
Lalu? Apa? Apa yang ingin aku tuliskan? Apa aku tidak perlu menuliskan apapun? Bagaimana kalau dikumpulkan, lalu dikoreski, dicek, diperiksa, lalu namaku tidak ada, dan aku malah dipanggil dan kemudian disuruh berbicara didepan? Habislah aku, malulah aku, menyampaikan pendapat dalam sebuah forum saja aku tidak gemetaran seperti halnya gempa, apalagi berbicara di depan orang-orang yang lebih bepengalaman, yang pengetahuan ke-islaman-nya lebih banyak dan lebih mulia dibanding diriku. Sedangkan aku? Ah, hanya orang yang sering dikatakan bodoh maupun bego dalam melakukan sesuatu, yang tidak penting dan tak berguna.
See More »
diposting oleh Zaki Nabili pada Desember 20, 2017 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Bukan Untuk Dibaca, Yang Mungkin Mengispirasi

Apakah Aku Sungguh Mengecewakan?

Bertanya-tanya... Mengapa? Kenapa? Apa?
Waktu itu dekat sekali, saling sapa sering menasehati.
Hingga tiba suatu hari timbulnya benci, entah benar apa tidak aku tidak tahu.
Perlahan menjauhi, seolah-olah musuh sejati.
Apa karena benci hingga mulai pergi?
Tidak. Katanya benci tidak membuat kita menjauh, namun kecewa.

Apa iya? Apakah aku sungguh mengecewakan?
diposting oleh Zaki Nabili pada Mei 24, 2017 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Bukan Untuk Dibaca, Puisi

Begitukah?

Begitukah?
Kamu yang sudah meluluhkan hati ini?
Kemudian pergi dan mungkin tak kembali.
Begitukah?
Seperti dianggap mantan sendiri.
Perkataan tak lagi terkendali.
Sampai berkata tidak peduli lagi.
Bahkan mati pun kamu tidak memperdulikan.
Sungguh, apa kata hati menerima perkataan itu?
Begitukah?
Sangat pandai dalam melukai hati?
Kemana sifat baik mu selama ini?
Beitukah?
Baik hanya saat bersama.
Tak berarti saat tak ada.
Begitukah?
Tanpa kau sadari apa yang telah kau lalui.
Rasa percuma menasehati.
Sungguh, sudah tak berarti lagi.
Biarlah terluka hati ini.
Biarlah sedikit kecewa.

Toh juga tidak berguna baginya.
diposting oleh Zaki Nabili pada Mei 23, 2017 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Bukan Untuk Dibaca, Puisi

Wanita

Wanita? Ada apa dengan mereka? Kenapa? Aku tidak mengerti.
Cinta? Kenapa aku bisa jatuh cinta? Aku tidak mengerti.
Wanita? Kenapa engkau buat aku jatuh cinta? Aku tidak mengerti.
Lalu sekarang apa? Setelah engkau berhasil membuatku jatuh cinta. Kenapa cinta nya yang menghilang?
Kenapa sekarang membuat aku jatuh saja tanpa cinta? Aku tidak mengerti.
Ah tidak, aku memang bodoh.
Membuat aku jatuh cinta. Lalu menjatuhkan aku dengan cinta.
Jadi beginikah rasanya. Inikah yang banyak orang katakan, sakit tapi tidak berdarah? Aku mengerti sekarang.
Wanita? Aku rasa cukup sudah, cukuplah aku yang menjadi luka. Kau tidak tahu isi hati seseorang bagaimana.
Mereka yang sudah terbiasa dengan cinta.
Mereka yang sudah terbiasa membagi cinta nya.
Tentu akan mudah memainkannya.
Tapi aku tidak. Aku tidak terbiasa dengan cinta.
Aku tidak terbiasa membagi cinta ku.
Cukuplah sekarang, tidak mengapa, tidak apa-apa.
Wanita? Cinta?
Mungkin hanya ibu ku yang sebenar-benarnya wanita. Mungkin ibu ku yang benar-benar mengerti apa itu cinta.
Tidak pernah melukai hati, justru ia mendidik sampai mati.
Wanita? Cinta?
Aku penasaran, jika sekarang seperti ini. Bagaimana nanti? Istri?
Aku berharap tidak seperti sekarang ini. Sangat berharap.

Mulai sekarang, cukuplah cinta ini. Cukuplah, jika saja aku akan mencintai, aku akan cinta, namun cinta sesuatu karena Allaah.
diposting oleh Zaki Nabili pada Mei 22, 2017 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Bukan Untuk Dibaca, Puisi

Senantiasa

Kau tau?
Ah iya...
Kau pasti tidak tau karena tak membaca dan menerima pesan ini
Tidak masalah
Tidak juga apa-apa
Tersenyumlah, bahagialah, menjadi baiklah
Aku mendukungmu
Hei?
Jika kau mencariku
Aku...
Selama aku belum tiada
Aku ada, ada untukmu
Senantiasa ada
Senantiasa menantikan dirimu
diposting oleh Zaki Nabili pada Mei 06, 2017 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Bukan Untuk Dibaca, Puisi

Tak Peduli

Teruntuk kamu, yang mungkin tak peduli
Yang sungguh sudah tak peduli lagi
Tak peduli kau membenci ku apa
Tak peduli kau berbuat pada ku apa
Tak peduli kau menganggap ku apa
Itu semua urusan mu, aku tak peduli
Tapi asal kau tau, asal kau baca ini
Aku rindu,
Sungguh rindu
diposting oleh Zaki Nabili pada Februari 04, 2017 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Bukan Untuk Dibaca, Puisi
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

Mengenai Saya

Zaki Nabili
Lihat profil lengkapku

Facebook

Zaki Nabili

Buat Lencana Anda

Label

  • Bukan Untuk Dibaca (12)
  • Cerpen (13)
  • Download (2)
  • Kisah Inspiratif (12)
  • Puisi (9)
  • Software (2)
  • Untuk Diketahui (1)
  • Video (3)
  • Yang Mungkin Menginspirasi (1)
  • Yang Mungkin Mengispirasi (4)

Arsip Blog

  • ►  2014 (9)
    • ►  September (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Desember (4)
  • ►  2015 (6)
    • ►  Januari (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Agustus (3)
  • ►  2016 (10)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Agustus (2)
  • ▼  2017 (6)
    • ►  Februari (1)
      • Tak Peduli
    • ►  Mei (4)
      • Senantiasa
      • Wanita
      • Begitukah?
      • Apakah Aku Sungguh Mengecewakan?
    • ▼  Desember (1)
      • Mengapa Sampai Tersesat di Jalan Dakwah Ini?
  • ►  2018 (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2019 (3)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Desember (1)
  • ►  2020 (1)
    • ►  Desember (1)
Mystery Responsive Template. Diberdayakan oleh Blogger.