Unknown

  • Home
  • Belajar Mengetik
    • Bukan Untuk Dibaca
    • Cerpen
    • Kisah Inspiratif
    • Puisi
    • Yang Mungkin Menginspirasi
  • Untuk Diketahui
  • Download
    • Software
  • Facebook
  • Twitter
  • Ask Fm

Sahabat Pena

Terkadang di waktu lengah engkau hilang begitu saja.
Bagai pesulap yang menipu mata.
Sedikit berpaling langsung tak ada.
Masih mending kamu yang hilangnya.
Kadang terbalik yang hilangnya.
Lebih menyiksa hilang keduanya.

Wahai tutup pena...
Engkau lah sahabat pena.
Hilang kamu bisa mematikan-nya.
Hilang pena kamu jadi tak berguna.
Hilang semua sedih rasanya.
Sudah sedih tambah rugi pula.

Maka tolong kabulkan yang saya pinta..
Tetaplah bersama sampai habis tintanya.

diposting oleh Zaki Nabili pada Agustus 26, 2016 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Puisi

Jeleknya Orang Ganteng

"Wahh ganteng banget sih, 11 12 justin bieber deh, andaikan dia menikah denganku....."

"Dia gak cocok sama kamu, cocoknya sama aku!!" sambut yati yang memotong wati berbicara

"Heh, tau diri deh kamu, gak mungkin kamu jadian sama dia." ujar wati yang membalas

"Duh, kalian ini! dia gak mungkin mau lah sama kalian, secara dia itu ganteng, ya pasti nyari nya yang cantik lah, apalagi kaya." si inem ikut berbicara.

"Inem, tapi kita gak tau siapa jodoh kita loh, kita berdo'a saja kita dipertemukan sama pria yang gantengnya seperti dia, apalagi kalau itu memang dia, hehehe." kemudian si maya juga ikut berbicara.

Hari-hari ku di kelas tak lepas dari percakapan pria ganteng itu yang akrab dipanggil Rendi itu, padahal mereka tidak tahu apapun tentang pria itu.

Suatu hari, aku pun mencoba ikut bergabung ngobrol bersama mereka.

See More »
diposting oleh Zaki Nabili pada Agustus 03, 2016 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Cerpen, Kisah Inspiratif

Untukmu Yang Katanya Mencintaiku

Hei kamu...
Kamu yang katanya mencintaiku.
Apa benar dirimu mencintaiku?
Kalau memang benar, apakah cinta itu kejam?
Sebegitu kejam kah cinta hingga menjauhkan kita?
Ah aku rasa cinta memang kejam.
Tapi aku merasa kamu lah yang lebih kejam dari cinta.
Kenapa?
Apakah harus untuk mencintai ku engkau malah semakin jauh dariku?
Ada apa denganmu?
Jika seperti itu apakah pantas engkau mencintaiku?
Apakah ada rasa malu karena mencintaiku?
Apakah takut ditertawakan orang-orang karena aku?
Hei...
Aku tidak takut dengan semua itu.
Aku justru menikmati kalau engkau memang mencintaiku.
Kapan lagi aku bisa dicintai oleh orang sepertimu?
Aku bangga kalau kamu mencintaiku.
Tidak...
Aku rasa aku tidak bangga.
Aku rasa aku akan sangat bangga!
Hei...
Sebelumnya aku mohon maaf.
Mungkin kamu tidak biasa dengan keadaan.
Tapi tetaplah tegar dalam cobaan.
Sungguh... Kau tak sendirian.
Terima kasih, karena telah mencintaiku.
diposting oleh Zaki Nabili pada Juli 25, 2016 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Bukan Untuk Dibaca

Aku?

Terkadang diri bertanya, siapakah aku sebenarnya?
Aku.....
Tidak, aku tak tahu siapa aku, ingin menjadi apa aku, apa yang ingin ku lakukan, apa yang aku inginkan.
Ingin menjadi dia, tapi tak baik bagiku.
Ingin menjadi yang disana, tapi tak tahu seperti apa.
Ingin menjadi yang berguna, tapi didunia seperti percuma.
Ingin mendunia, aku takut tak bisa menghadapinya.
Ingin apa aku sebenarnya?
Tidak.
Mungkin aku tidak menginginkan apa-apa.
Tidak, aku tidak tahu.
Arah tujuan.
Tidak, aku tak tahu.
Aku memang tidak tahu.
Aku tidak tahu apa-apa.
Aku tidak tahu siapa aku.
Tidak.
Mungkin aku...
Bukanlah siapa-siapa.
Mungkin...
Ah tidak.
Aku memang bukanlah siapa-siapa.
Aku...
Adalah aku.

diposting oleh Zaki Nabili pada Juni 18, 2016 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Bukan Untuk Dibaca

Hujan

Belakangan ini sering kacau pikiran
Selalu teringat sebuah kenangan
Lantas siapa yang mengingatkan?
Dialah hujan.
Hujan yang tak berat dan ringan
Hanya hujan yang lumayan
Seakan setiap tetesnya membawa ingatan
Walaupun sudah pernah terlupakan
diposting oleh Zaki Nabili pada Juni 06, 2016 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Puisi

Siput & Katak

Ada seekor siput yang selalu memandang sinis terhadap katak.

Suatu hari, katak yang sudah tak tahan akhirnya berkata pada siput, “Tuan siput, apakah saya telah melakukan kesalahan? Sehingga anda begitu membenci saya?”

“Kalian kaum katak mempunyai empat kaki dan bisa melompat kesana kemari. Tapi saya mesti membawa cangkang yang berat ini, merangkak di tanah, saya merasa sangat sedih dan iri melihat kalian.” Ujar siput.

Katak menjawab, “setiap kehidupan memiliki penderitaannya masing-masing, hanya saja kamu Cuma melihat kegembiraan saya, tapi kami tidak melihat penderitaan kami para katak.”


Lalu seketika, ada seekor elnag besar yang terbang ke arah mereka, siput dengan cepat memasukkan badan ke dalam cangkangnya, sedangkan katak dimangsa oleh elang.
diposting oleh Zaki Nabili pada Juni 05, 2016 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Cerpen, Kisah Inspiratif

Memungut Sampah


“Hei Jono, kenapa engkau tak memungut sampah? Biasanya kau kan yang paling rajin disini.” Teriak Rama ke Jono.

“Loh? Memangnya ada sampah disekitar sini?” jawab jono.

 Tiba-tiba Rama melemparkan sebungkus sampah kecil ke lantai, “Lah itu apa? Hahaha” ungkap Rama sembari tertawa.

Jono sedikit menggelengkan kepada, dan tanpa peduli dengan Rama, Jono memungut sampah yang Rama buang.

Aku yang melihat dari kejauhan menggelengkan kepala terhadap apa yang Rama perbuat.

Keesokan harinya, kejadian terulang, Rama mengejek Jono. Namun Jono tetap sabar dan memungut sampah-sampah yang dibuang Rama.

Tidak hanya itu saja, setiap hari Jono memungut sampah-sampah yang berserakan setiap yang dilihatnya. Ia memang yang paling rajin membuang sampah dikelas kami. Ia lah yang membuat kami bersih dari sampah.

See More »
diposting oleh Zaki Nabili pada Maret 18, 2016 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Cerpen, Kisah Inspiratif

Diam

Saat bibir malas terbuka dan tak bersuara
Aku hanya diam tanpa kata

Untuk apa aku berbicara
Jika sebuah kata tak lagi berharga
Untuk apa aku menyapa
Jika bagimu aku tidak ada

Lebih baik aku diam
Biarlah tenggelam dilautan yang dalam
Dengan menahan luka sepanjang malam
Lebih baik aku diam menahan amarah
Daripada nanti membawa masalah

Walau aku diam tak bersuara
Tetapi aku meminta
Didalam diam aku berdo'a
Semoga saja dirimu menyadarinya
diposting oleh Zaki Nabili pada Februari 13, 2016 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Puisi

Terima Kasih Senyum

Ku ucapkan terima kasih kepadamu.
Terutama Kepada senyumanmu yang anggun itu.
Berkat senyummu, kini aku tahu kenapa engkau terlihat begitu cantik.
Berkat senyummu, kesedihan dalam diriku hilang dalam hitungan detik.
Berkat senyummu, hati ini terasa berbeda dan tak bisa berkutik.

Entah apa yang senyummu lakukan kepadaku.
Tapi itu tak masalah.
Aku hanya berharap,
Teruslah tersenyum, agar engkau terus terlihat anggun.
Teruslah tersenyum, agar aku bisa mengucapkan terima kasih.
Teruslah tersenyum, karena pada dasarnya senyummu membuatku tertarik kepadamu.
Dan pada dasarnya senyummu membuatku mulai suka kepadamu.

Wahi senyum, sekali lagi ku ucapkan,
Terima Kasih.

diposting oleh Zaki Nabili pada Februari 13, 2016 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Puisi

Jika Sampah Dapat Berbicara

Suatu hari disebuah taman, seorang pemuda sedang duduk menikmati cemilan yang ia beli sebelumnya. Dengan begitu hikmat ia menikmati rasa makanan tersebut.

Setelah beberapa saat, cemilan yang tadinya ia nikmati telah habis. Dengan rasa yang begitu menggoda, ia kepikiran untuk membelinya lagi.

Lalu dengan cepat dia berdiri, namun sebelum ia berjalan pergi membeli cemilan, ia melemparkan begitu saja bungkus cemilan yang sudah habis tadi ke sembarang tempat.

Ketika hendak pergi dan baru satu langkah kaki yang ia gerakkan, tiba-tiba dia mendengar suara.

“Hey Pemuda!”
See More »
diposting oleh Zaki Nabili pada Februari 13, 2016 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Cerpen, Kisah Inspiratif
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

Mengenai Saya

Zaki Nabili
Lihat profil lengkapku

Facebook

Zaki Nabili

Buat Lencana Anda

Label

  • Bukan Untuk Dibaca (12)
  • Cerpen (13)
  • Download (2)
  • Kisah Inspiratif (12)
  • Puisi (9)
  • Software (2)
  • Untuk Diketahui (1)
  • Video (3)
  • Yang Mungkin Menginspirasi (1)
  • Yang Mungkin Mengispirasi (4)

Arsip Blog

  • ►  2014 (9)
    • ►  September (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Desember (4)
  • ►  2015 (6)
    • ►  Januari (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Agustus (3)
  • ▼  2016 (10)
    • ►  Februari (3)
      • Jika Sampah Dapat Berbicara
      • Terima Kasih Senyum
      • Diam
    • ►  Maret (1)
      • Memungut Sampah
    • ►  Juni (3)
      • Siput & Katak
      • Hujan
      • Aku?
    • ►  Juli (1)
      • Untukmu Yang Katanya Mencintaiku
    • ▼  Agustus (2)
      • Jeleknya Orang Ganteng
      • Sahabat Pena
  • ►  2017 (6)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Mei (4)
    • ►  Desember (1)
  • ►  2018 (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2019 (3)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Desember (1)
  • ►  2020 (1)
    • ►  Desember (1)
Mystery Responsive Template. Diberdayakan oleh Blogger.