Suatu ketika, di sebuah tempat terbuka, sebuah api yang menyala dengan kecil, bertemu air dengan genangan air yang jarak mereka tak begitu jauh.
Air yang kala itu merasa dirinya bisa lebih baik dari api, mulai menyombongkan diri dan berkata kepada api, "hei api, percuma saja kau menyala kalau apinya kecil begitu, apa perlu aku yang memadamkan mu?"
api mendengar perkataan itu dan hanya membalas dengan senyuman.
air pun semakin menyombongkan dirinya, "kau mungkin memang panas, bisa membakar orang, bahkan benda lain yang tak bersalah pun kau bakar habis, tapi ingat, aku lah yang dapat menghentikan mu!"
masih saja api itu tersenyum dan tak menjawab,
"kenapa kau tidak berkata sedikitpun? kau sombong ya? hanya karena kau api yang dapat membakar segalanya? ingat! aku ini air!" tanya air yang semakin angkuh.
"kau mengoceh seperti apapun tetap saja itu tidak merubahku, aku memang bisa di kalahkan oleh mu, dan mungkin orang lebih membutuhkan mu disaat mereka sedang haus, dan tumbuh-tumbuhan memang lebih mengandalkanmu."
selang beberapa saat, api melanjutkan perkataannya,
"aku memang tak sebagus dan tak se-mulia dirimu, aku juga memang banyak merugikan orang dan benda lain, tapi aku juga bisa menguntungkan orang lain, aku mungkin memang kotor, tapi ingat orang juga membutuhkan ku untuk membakar tempat sampah yang begitu kotor."
"lantas memang benar kau itu ada gunanya, tapi disaat kau membesar, kau membakar habis dan menghancurkan semua yang ada di sekitarmu!!" jawab air yang ingin menunjukkan bahwa dirinya lah yang benar.
api pun menjawab, "memang benar jika aku besar, aku membakar segalanya, tapi kau tidak mengetahuinya, mereka yang aku bakar itu berteriak kesakitan, aku bahkan tak mampu mengendalikan diriku dan malah semakin besar, di saat itulah aku membutuhkanmu untuk menghilangkan rasa sakit pada benda yang ku bakar, dan pasti mereka akan berterima kasih padamu setelah aku di padamkan oleh mu, tapi ingat, aku juga bisa lebih di butuhkan daripada engkau."
air pun terdiam, dan keheranan.
lalu api lanjut berkata, "disaat manusia kedinginan pada saat kehujanan ataupun oleh air salju yang turun, apa yang mereka cari? mereka malah mencari diriku, mereka menghidupkanku, mereka juga menjaga ku agar aku tak padam, dan aku membalas kebaikan mereka, aku menghangatkan mereka agar tak kedinginan."
Tak lama kemudian, air lainnya berturunan dari langit, terjadilah hujan, dan memadamkan api kecil yang menyala, yang kemudian api tersebut tinggal menjadi asap yang terhembus...
"kau benar api, setiap dari kita memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing, meskipun kita berbeda, api dan air tak pernah bisa menyatu, tetapi paling tidak kita saling membutuhkan satu sama lain... terima kasih api, sahabatku..." dan akhirnya air yang tergenang itu berkata dan menutup perbincangan mereka...
sebagai kutipan,
"Walaupun kita berbeda, seperti Hitam dan Putih - Api dan Air - Matahari dan Bulan, tetapi aku yakin kita bisa bersatu dalam suatu keindahan, karena kita saling membutuhkan satu sama lain."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar