Dari kejauhan tampak lampu lalu lintas di perempatan itu masih menyala hijau.
Jono segera menekan pedal gas kendaraan nya karena ia tak mau terlambat, apalagi ia tau perempatan di situ biasanya cukup begitu ramai dan padat sehingga lampu merah menyala cukup lama, kebetulan jalan di depan nya sedikit agak renggang, lalu lampu berganti kuning, hati jono berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera.
5 meter menjelang garis jalan perempatan, lampu merah kembali menyala, Jono pun bimbang, "haruskah aku berhenti, atau malah melanjutkannya? .... aahh.. aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem dalam keadaan mendadak seperti ini." pikirnya sambil menginjak gas dan melaju.
di seberang jalan, seorang polisi dari tadi sudah melambaikan tangan nya untuk menyuruh nya berhenti, ketika jono sudah melewati perempatan, ia pun menepi ke pinggiran jalan, ia berdebar, "waduh, aku bisa ditilang kalau begini."
sembari penasaran, Jono pun melirik ke kaca spion, lantas siapakah polisi itu, dan tampak tak asing baginya, "loh? itukan Bobi? teman semasa SMA dulu.. ohh syukurlah..."
Jono pun lega dan segera keluar dari mobil nya dengan bangga dan tersenyum, "hei bob, ternyata kamu.."
"ya, benar" jawab Bobi dengan datarnya.
"wah, aku mau di tilang yah..."
"yaahh, biasalah... lagi buru-buru sih bob, istri ku hari ini ulang tahun, jadi keluargaku lagi nunggu dirumah.." lanjut jono.
"oh ya?" ujar bobi masih dengan nada datar
"lagian pas aku lewat tadi lampunya masih hijau kok bob." balas jono.
"apa kamu yakin jon?" tanya bobi.
"iyalah, saya lihat tadi lampunya masih hijau kok."
"sudahlah jon.. percuma kamu berbohong sudah berapa kali kami melihat kamu melintas seperti ini. coba saya lihat, keluarkan surat-surat kamu."
ia segera mengeluarkan surat-surat dan memberikan nya ke bobi, dan ia pun langsung masuk ke dalam mobil dengan menutup kaca jendela dengan segera, dipandangi nya Bobi, dalam hatinya ia tampak kecewa dengan bobi yang sekarang.
pada saat yang bersamaan, tampak Bobi mengeluarkan buku tilang nya dan sebuah nota, di lihatnya surat-surat jono, lalu bobi menuliskan catatan di nota nya.. dan ketika selesai, ia langsung menghampiri jono.
"tok.. tok.. tok.." tampak bobi sedang mengetuk kaca jendela mobil jono, jono memandangi bobi dengan kekecewaan yang besar... di luar, bobi mengisyaratkan kepada jono untuk mengambil surat-surat nya...
di buka nya kaca jendela, dengan sedikit saja, bobi langsung memberikan surat-surat dan sebuah catatan nota...
setelah jono mengambil surat-surat dan catatan nota itu, bobi pun langsung pergi kembali ke pos penjagaan nya...
"loh? kenapa main tinggal begitu saja? kok gak di tilang? ini betul surat-surat ku, masih lengkap, dan apa ini? sebuah nota? apa isinya? aahh.." jono terheran-heran dan segera membuka isi catatan nota itu...
dan berikut adalah isi nota tersebut,
"Jon, dulu, aku mempunyai seorang anak perempuan, dan sekarang, ia telah telah meninggal akibat kecelakaan tertabrak di lampu merah, kami rela memaafkan pelaku yang menabrak anak kami meskipun begitu berat, dan pelaku itu di penjara selama 3 bulan.. sulit bagi kami untuk melepaskan satu-satunya anak kesayangan kami, kami juga meminta kepada Allah Swt. untuk mengkaruniai seorang anak lagi, kami sampai saat ini masih menunggu... Maafkan aku Jon, mungkin aku begini akan mengecewakanmu, tapi kami hanya meminta agar berhati-hati dalam berkendara, kami tak ingin ada lagi korban selanjutnya... saya do'a kan kamu selamat sampai tujuan, do'a kan kami juga agar kami memiliki seorang anak lagi.. sekali lagi, maafkan aku, teman mu... Bobi."
Jono pun terhenyak, ia segera keluar dari mobil nya dan mencari Bobi, tapi terlambat, Bobi sudah pergi entah kemana meninggalkan pos penjagaan nya..
di perjalanan pulang, Jono mengendarai dengan sangat hati-hati, ia begitu berdebar... dalam hatinya mengharapkan, semoga kesalahan nya di maafkan oleh Bobi.. begitu sampai di rumah, ia berjanji agar tak melanggar lalu lintas lagi..
"Menentukan pilihan memang begitu mudah, tapi terkadang pada pilihan yang salah itu hanya akan mendatangkan musibah, Kesabaran dan Kehati-hatian sangatlah diperlukan...
... Berhati-hatilah, bersabarlah, berdo'alah dalam menentukan Pilihan ..."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar