Unknown

  • Home
  • Belajar Mengetik
    • Bukan Untuk Dibaca
    • Cerpen
    • Kisah Inspiratif
    • Puisi
    • Yang Mungkin Menginspirasi
  • Untuk Diketahui
  • Download
    • Software
  • Facebook
  • Twitter
  • Ask Fm

Postingan Terpopuler

  • Api & Air
  • 10 Tanda Bahwa Dia Menyukai Kita
  • Ayat Software
  • Kepintaran Si Bodoh
  • Terima Kasih Senyum

Jika Sampah Dapat Berbicara

Suatu hari disebuah taman, seorang pemuda sedang duduk menikmati cemilan yang ia beli sebelumnya. Dengan begitu hikmat ia menikmati rasa makanan tersebut.

Setelah beberapa saat, cemilan yang tadinya ia nikmati telah habis. Dengan rasa yang begitu menggoda, ia kepikiran untuk membelinya lagi.

Lalu dengan cepat dia berdiri, namun sebelum ia berjalan pergi membeli cemilan, ia melemparkan begitu saja bungkus cemilan yang sudah habis tadi ke sembarang tempat.

Ketika hendak pergi dan baru satu langkah kaki yang ia gerakkan, tiba-tiba dia mendengar suara.

“Hey Pemuda!”


Dengan cepat pemuda tadi membalikkan badannya untuk mengetahui siapa yang memanggilnya.

Lantas pemuda itu terkejut siapa yang berbicara kepadanya. Ternyata yang berbicara tadi adalah bungkus cemilan yang ia buang tadi.

“Hey Pemuda! Kenapa engkau malah membuangku di tempat seperti ini!” Bungkus cemilan itu berbicara dengan lantang.

Kemudian dengan santainya si pemuda menjawab.

“Memangnya kenapa? Apakah salah aku membuangmu ditempat yang bersih seperti ini. Daripada aku malah membuangmu ditempat kotor, lebih baik aku membuangmu disini. Lagipula engkau itukan sampah.”

Mendengar jawaban pemuda itu, bungkus cemilan tadi tidak terima dengan perkataan seperti itu.

“Baik aku beritahun wahai pemuda! Aku memang sampah, sampah memang tidak bagus dan kotor. Tapi apakah engkau tahu kalau membuangku di tempat bersih adalah kesalahan besar. Dan sebuah kesalahan juga jika engkau membuangku ke tempat sembarangan yang kotor.”

Pemuda itu heran apa yang dibicarakan bungkus cemilan tadi.

“Wahai pemuda! Kami memang sampah, jika kami dibuang ke sembarang tempat, maka tempat itu tidak layak bagi kami, jika engkau membuang kami ke tempat yang bersih, tempat itu tidak bersih lagi karena kami. Dan akhirnya kami yang disalahkan. Lalu jika engkau membuang kami ke sembarang tempat yang kotor. Bencana seperti banjir menyerang, lalu siapa yang disalahkan? Yang disalahkan kami para sampah! Kami tidak terima dengan itu!”

Pemuda itu hanya terdiam setelah mendengar perkataan dari sampah tadi.

“Dan yang terakhir wahai pemuda. Kami memang sampah, tapi ketahuilah kami juga punya tempat yang layak. Tempat yang layak bagi kami yaitu tempat pembuangan sampah. Disanalah kami dikumpulkan, kami tingaal bersama disana, kami mendapat teman disana, kami semua hidup disana. Kuberitahu engkau wahai pemuda. Dengarkan ini baik-baik. Manusia yang membuang sampah ke tempat sampah, kami anggap ia manusia. Tetapi manusia yang membuang sampah bukan ke tempat sampah. Manusia itu kami anggap sampah.”

Seketika itu susana langsung hening, pemuda itu terdiam kaku mendengar perkataan terakhir dari sampah itu. Setelah itu ia sadar akan hal yang ia perbuat. Dengan cepat ia mengambil bungkus cemilan yang tadi ia buang, kemudian ia berjalan menuju tempat sampah. Dan membuang bungkus cemilan yang telah ia ambil tadi.

Dalam hati, bungkus cemilan berkata. “Terima kasih wahai pemuda, kini aku bisa hidup dengan tenang.”

Niat pemuda yang awalnya ingin membeli cemilan lagi, langsung hilang seketika. Ia kini hanya ingin pulang.

Dalam perjalanan pulangnya, pemuda juga berkata dalam hati. “Terima kasih sampah, kini aku mengerti akan pentingnya menyimpan sesuatu sesuai dengan tempatnya.”
diposting oleh Zaki Nabili pada Februari 13, 2016
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Cerpen, Kisah Inspiratif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Mengenai Saya

Zaki Nabili
Lihat profil lengkapku

Facebook

Zaki Nabili

Buat Lencana Anda

Label

  • Bukan Untuk Dibaca (12)
  • Cerpen (13)
  • Download (2)
  • Kisah Inspiratif (12)
  • Puisi (9)
  • Software (2)
  • Untuk Diketahui (1)
  • Video (3)
  • Yang Mungkin Menginspirasi (1)
  • Yang Mungkin Mengispirasi (4)

Arsip Blog

  • ►  2014 (9)
    • ►  September (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Desember (4)
  • ►  2015 (6)
    • ►  Januari (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Agustus (3)
  • ▼  2016 (10)
    • ▼  Februari (3)
      • Jika Sampah Dapat Berbicara
      • Terima Kasih Senyum
      • Diam
    • ►  Maret (1)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Agustus (2)
  • ►  2017 (6)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Mei (4)
    • ►  Desember (1)
  • ►  2018 (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2019 (3)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Desember (1)
  • ►  2020 (1)
    • ►  Desember (1)
Mystery Responsive Template. Diberdayakan oleh Blogger.