"Wahh ganteng banget sih, 11 12 justin bieber deh, andaikan dia menikah denganku....."
"Dia gak cocok sama kamu, cocoknya sama aku!!" sambut yati yang memotong wati berbicara
"Heh, tau diri deh kamu, gak mungkin kamu jadian sama dia." ujar wati yang membalas
"Duh, kalian ini! dia gak mungkin mau lah sama kalian, secara dia itu ganteng, ya pasti nyari nya yang cantik lah, apalagi kaya." si inem ikut berbicara.
"Inem, tapi kita gak tau siapa jodoh kita loh, kita berdo'a saja kita dipertemukan sama pria yang gantengnya seperti dia, apalagi kalau itu memang dia, hehehe." kemudian si maya juga ikut berbicara.
Hari-hari ku di kelas tak lepas dari percakapan pria ganteng itu yang akrab dipanggil Rendi itu, padahal mereka tidak tahu apapun tentang pria itu.
"Ehh? Putri, kenapa kamu!? kenapa muka mu kok kayak lebam gitu? kamu kenapa?" ujar inem yang menyadari muka ku yang sedikit bengkak.
Sentak langsung diketahui oleh Yati, Wati dan Maya.
"Iya! ada apa kak put?" ujar mereka dengan penasaran.
Sebenarnya aku menjawab bukan karena apa-apa, aku tidak ingin memberitahu karena takut mengecewakan mereka, tapi mereka terus saja bertanya dan memaksa ku untuk memberitahu mereka.
Akhirnya aku memilih untuk memberitahu mereka, walau sedikit sedih aku ingat-ingat kejadian itu.
"Ehh okelah, karena kalian yang memaksa ya sudah aku beritahu saja. Tapi kalian tolong jangan terlalu ribut dan jangan terlalu membuka mulut, aku agak sedikit takut."
"Iya kak, kami janji itu" ujar mereka dengan nada sedikit rendah.
"Jadi begini, kemarin sore, aku lagi dalam perjalanan pulang dari belanja, aku lihat seorang pria ada di ujung komplek dekat pembuangan sampah. Dia berkelahi dan memukuli bapak-bapak hingga bapak tersebut tidak bisa bangun, dia juga menampar seorang wanita yang kelihatan seumuran kayak kita. Aku kemudian datang dan mencoba berteriak pada laki-laki itu, aku bilang ke dia, 'hei! kamu jangan berani dengan wanita! kamu kira kamu siapa, kurang ajar sekali kamu! orang itu lebih tua dari kamu! kamu tidak punya hati apa!', kemudian tiba-tiba dia menampar memukuli ku, jadinya seperti ini deh."
"Wah, kak, kurang ajar sekali itu orang kak, siapa dia kak!? preman atau siapa!?" ujar maya yang penasaran.
"Eh iya, pas aku liatin aku terkejut banget loh, gak tau nya dia Rendi yang kalian sering sebut-sebut itu, sebelum dia nampar aku, dia teriak 'siapa kamu, berani amat dengan saya!' begitu, kayaknya dia gak kenal deh dengan aku."
"Hah!!?!?!! yang bener kak!?!" sentak mereka langsung terkjeut.
"Ehh... emang aku keliatan bohong ya?" jawab putri dengan spontan.
__________________________________________
Begitulah hidup, banyak yang tertarik pada yang lebih ganteng.
Tanpa menyadari yang ganteng tidak selamanya ganteng.
Yang jelek pula tidak selamanya jelek.
Intinya adalah, bagaimana kita menyikapi dan menilai seseorang.
Tentunya bukan hanya dari kegantengannya atau kecantikannya.
Tetapi bagaimana sikap dan karakter dia yang tentunya kepada orang-orang.
__________________________________________
Banyak hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dari kisah-kisah lainnya.
Ini hanyalah kutipan dari secuil kisah saja.
Mohon maaf apabila ada kesamaan nama ataupun kesamaan karakter.
Tentunya bukan niat pribadi untuk mencela atau mengotori sebuah nama.
Ambil yang baik, perbaiki yang kurang, tinggalkan yang buruk.
"Hah!!?!?!! yang bener kak!?!" sentak mereka langsung terkjeut.
"Ehh... emang aku keliatan bohong ya?" jawab putri dengan spontan.
__________________________________________
Begitulah hidup, banyak yang tertarik pada yang lebih ganteng.
Tanpa menyadari yang ganteng tidak selamanya ganteng.
Yang jelek pula tidak selamanya jelek.
Intinya adalah, bagaimana kita menyikapi dan menilai seseorang.
Tentunya bukan hanya dari kegantengannya atau kecantikannya.
Tetapi bagaimana sikap dan karakter dia yang tentunya kepada orang-orang.
__________________________________________
Banyak hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dari kisah-kisah lainnya.
Ini hanyalah kutipan dari secuil kisah saja.
Mohon maaf apabila ada kesamaan nama ataupun kesamaan karakter.
Tentunya bukan niat pribadi untuk mencela atau mengotori sebuah nama.
Ambil yang baik, perbaiki yang kurang, tinggalkan yang buruk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar