Sesampainya di rumah sakit, anaknya pun langsung dimasukkan ke dalam ruang, namun Pak Dodi terus menunggu dan menunggu, sampai-sampai ia emosi karena dokter tak kunjung datang.
lalu, Ia bertanya kepada salah seorang perawat dengan nada yang sedikit marah dan mencemaskan sang anak, "kemana dokter nya!? kenapa tidak ada? kenapa lama sekali!?"
"tunggu sebentar lagi pak, mungkin dia sedang berada di jalan" jawab perawat dengan lemah lembut.
"kenapa lama sekali!? kenapa dia bertugas tidak dari tadi pagi!? kemana pelayanan rumah sakit ini!?" lanjut pak dodi dengan marah-marah.
"kemana dokter nyaaa!!!? anak saya bisa meninggal kalau seperti ini!!!? apa tidak ada dokter lain!!!?! katanya ini rumah sakit berkualitas, tapi mana kualitas nya!!!??!!" lanjut pak dodi yang terus mengoceh dengan marah.
perawat hanya diam saja tak mau menjawab pertanyaan pak dodi.
setelah menunggu hampir 1 jam, sang dokter pun baru datang dan dengan bergegas menuju ke ruangan pak dodi, yang mana pak dodi telah menunggu lama dan ia terlihat dengan sangat marah dari raut wajah nya.
"kemana aja kamu dok!!!??!! sudah lama saya menunggu!! anak saya bisa meningga kalau begini jadinya!!!??!!" ujar pak dodi yang langsung menghadap dokter.
"tenang, tidak perlu naik darah begitu, jikalau anak bapak sudah saya rawat dan masih di beri kehidupan, tentu ia tetap saja tak ter-elakkan dari kematian.. sesungguhnya hanya Allah-lah yang mengatur hidup dan mati seseorang." jawab dokter dengan tenang.
lalu sang dokter pun langsung menuju ruangan anak pak dodi dan mengoperasinya.
setelah hampir sekitar 90 menit, sang dokter pun selesai mengoperasi sang anak.
"alhamdulillah anak bapak masih diberi kehidupan." ucap dokter dengan singkat dan bergegas pergi.
"sudah lah lama datang! gaya bicara sok tenang! setelah selesai langsung pergi! tak ada tanggung jawab nya kah!? begitukah dokter!!??!!" kata pak dodi tiba-tiba berteriak mengoceh.
namun tiba-tiba, seorang perawat laki-laki pergi menuju pak dodi, kemudian ia menampar pak dodi dengan keras.
lantas pak dodi kaget, "kenapa!!? kenapa kamu menampar saya!!?"
"kalau bapak tidak tahu sebaiknya bapak tutup mulut saja, dari tadi hanya nyeloteh yang gak jelas..."
pak dodi pun heran dan tak mengerti dengan maksud perkataan perawat itu.
"bapak seharusnya bersyukur dan berterima kasih kepada dokter itu karena jasa nya anak bapak masih bisa hidup.. asalkan bapak tau, anak dari dokter itu baru kemarin meninggal dunia, dan tadi ia menyolatkan anaknya, itulah kenapa ia terlambat datang kesini.. dia merelakan waktu nya untuk datang kesini, agar anak bapak masih bisa hidup, ia tidak ingin anak bapak meninggal dunia, dan setelah selesai, dia bergegas pergi, dia pergi karena ia ingin menyempatkan menguburkan anaknya."
perawat itupun langsung pergi menjalankan tugasnya kembali.
perawat itupun langsung pergi menjalankan tugasnya kembali.
pak dodi terhenyak, tak mampu berkata-apa, hanya bisa terdiam membisu, jantung nya berdebar dan langsung menuju ke dalam ruangan anaknya, sang anak tersenyum kepadanya, bersyukur anaknya masih diberikan kehidupan, ia hanya bisa berharap dalam hatinya, "Apa yang telah ku perbuat dan ku katakan tadi, aku ingin meminta maaf, tapi aku takut untuk meminta maaf, Semoga saja aku di maafkan oleh nya"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar