Unknown

  • Home
  • Belajar Mengetik
    • Bukan Untuk Dibaca
    • Cerpen
    • Kisah Inspiratif
    • Puisi
    • Yang Mungkin Menginspirasi
  • Untuk Diketahui
  • Download
    • Software
  • Facebook
  • Twitter
  • Ask Fm

Postingan Terpopuler

  • Api & Air
  • 10 Tanda Bahwa Dia Menyukai Kita
  • Ayat Software
  • Kepintaran Si Bodoh
  • Terima Kasih Senyum

Anak Kecil & Seorang Perokok




Suatu hari, seorang guru yang sehabis pulang mengajar terlihat sedang bersantai di halte sambil menghisap sebatang rokok di tangannya. Tak jauh dari situ, ada seorang anak laki-laki kecil yang sedang asyik bermain-main dengan batu kerikil.

Tak lama kemudian, anak kecil itu melihat bapak guru yang sedang merokok tersebut. Lalu ia terheran-heran dan berlari menemui pak guru tersebut.



"Pak, yang bapak hisap itu, itu rokok kan?" tanya anak kecil.

"iya nak, memangnya kenapa?" jawab pak guru.

"saya boleh minta gak pak?" tanya anak kecil lagi.

"hus, jangan ngawur kamu, rokok itu berbahaya, nanti kamu kena kanker paru-paru" jawab pak guru dengan cepat.

Mendengar ucapan itu, sang anak langsung berlari meninggalkan guru tersebut. Sang guru itu heran dengan anak kecil tadi, kenapa ia meminta rokoknya.

Keesokan harinya, ditempat yang sama, masih dengan seorang guru dengan rokok di tangannya, dan anak kecil tak jauh darinya. tetap saja kejadian yang sama terulang. Sang anak kecil pergi menemui pak guru tersebut.

"oh kamu lagi, mau minta rokok lagi?" ujar pak guru sembari bertanya.

"gak kok, bapak itu guru ya?" jawab si anak kecil dan bertanya kembali.

"iya, memangnya kenapa nak?" jawab pak guru.

Pertanyaan tak dibalas dan si anak kecil langsung pergi berlari lagi.

Pak guru itu malah heran, kenapa ia dari kemarin bertanya, tetapi kali ini dia bertanya hal yang lain.

Hari ke-3 sejak kejadian itu, tetap saja kejadian kembali terulang, si anak kecil pergi menemui dan bertanya lagi ke pak guru tersebut.

"loh? kok kamu lagi? memangnya ada apa?" tanya pak guru sembari terheran-heran.

"gak kok pak, cuma mau nanya" jawab anak kecil.

"terus hari ini mau tanya lagi?" tanya pak guru lagi.

"iya, bapak sudah lama merokok?" langsung sang anak bertanya.

"udah berapa lama ya.. kalo gak salah dari umur 20-an, sekarang umur bapak udah 28, ya kira-kira 8 tahun lah" jawab pak guru

tak tanggung tanggung, sang anak bertanya kembali ke bapak guru tersebut.

"berapa rokok yang bapak habiskan satu hari?"

"loh kamu ini, kenapa tanya nya rokok terus? kamu mau ngerokok ya?" ujar bapak tanpa menjawab pertanyaan si anak kecil.

Tak mendapat jawaban dari bapak guru itu, si anak kecil langsung berlari meninggalkannya.

Pak guru itu malah semakin heran dengan tingkah laku anak kecil itu, lalu ia merencanakan besoknya tidak merokok di halte, karena tak mau ditanyai lagi oleh si anak kecil.

Di hari ke-4, dimana rencana bapak guru untuk tidak merokok di halte.

Pada saat itu, pak guru yang sedang berdiri di halte melihat sang anak kecil masih saja bermain batu kerikil.

Tapi apa yang terjadi, si anak kecil tetap berlari dan pergi menemui pak guru tersebut, tetapi kali ini berbeda, di tangannya terdapat sebatang rokok yang masih utuh.

"Pak? boleh pinjam korek api nya gak?" tanya si anak kecil.

"apa-apaan kamu ini! rokok itu bahaya, bisa buat kamu sakit, nanti kamu kena serangan jantung, kanker paru-paru, kamu mau sakit seperti itu!?" ujar pak guru dengan nada yang agak sedikit kencang.

"kalau bapak gak mau pinjamkan, ya udah ini rokoknya untuk bapak aja" balas si anak kecil sambil mengulurkan tangan nya.

Bapak itu mengambil rokok dari tangan anak kecil tersebut, lalu si anak kecil langsung pergi meninggalkannya.

Hari itu malah semakin membuat sang pak guru tersebut semakin terheran-heran dan pusing dibuatnya.

Hari ke-5 pun akhirnya tiba..

Bapak guru itu kembali merokok, dan menunggu angkutan umum di halte. Tapi setelah beberapa saat, ia baru sadar kalau anak kecil tidak ada di sekitar dan tidak menghampirinya. Si pak guru malah berpikiran si anak kecil itu merajuk karna ia kemarin sedikit agak lancang kepadanya.

Tak lama kemudian, terlihat dari kejauhan si anak kecil berlari menuju halte, lalu ia menghampiri bapak guru yang sedang merokok itu lagi.

"loh kamu lagi, kirain bapak kamu gak ada" ujar bapak guru.

Tanpa basa-basi, si anak kecil mengulurkan tangannya dan memberikan sebuah kertas kecil kepada pak guru itu.

Tak perlu banyak bicara, sang pak guru langsung mengambil kertas kecil itu, dan si anak itu langsung pergi meninggalkannya.

Bapak guru itu malah heran, apa maksud dari anak kecil itu. dan segera membuka kertas yang baru saja diberikan kepadanya.

Setelah membuka kertas kecil itu, terdapat sebuah pesan bertuliskan;

"Pak, bapak itu seorang guru, bapak tau kalo rokok itu berbahaya bagi kesehatan, pastinya bapak melarang anak murid bapak untuk merokok, bapak juga melarang saya untuk merokok, tapi kenapa bapak sendiri malah merokok? bukannya bapak sendiri yang bilang kalo rokok itu berbahaya bagi kesehatan."

Membaca pesan itu, sang bapak guru langsung terkejut diam, lalu ia langsung membuang rokok yang ada di tangannya. Pesan itu tak dibuang, ia simpan kedalam sakunya.

Sejak hari itu sang pak guru ini langsung berhenti merokok.

Hari demi hari pun berlalu, ia tidak pernah berjumpa lagi dengan si anak kecil, dan sampai sekarang pun ia masih menyimpan pesan di kertas kecil yang didapat dari si anak kecil itu.
diposting oleh Zaki Nabili pada Januari 21, 2015
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Cerpen, Kisah Inspiratif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Mengenai Saya

Zaki Nabili
Lihat profil lengkapku

Facebook

Zaki Nabili

Buat Lencana Anda

Label

  • Bukan Untuk Dibaca (12)
  • Cerpen (13)
  • Download (2)
  • Kisah Inspiratif (12)
  • Puisi (9)
  • Software (2)
  • Untuk Diketahui (1)
  • Video (3)
  • Yang Mungkin Menginspirasi (1)
  • Yang Mungkin Mengispirasi (4)

Arsip Blog

  • ►  2014 (9)
    • ►  September (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Desember (4)
  • ▼  2015 (6)
    • ▼  Januari (1)
      • Anak Kecil & Seorang Perokok
    • ►  April (2)
    • ►  Agustus (3)
  • ►  2016 (10)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Agustus (2)
  • ►  2017 (6)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Mei (4)
    • ►  Desember (1)
  • ►  2018 (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2019 (3)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Desember (1)
  • ►  2020 (1)
    • ►  Desember (1)
Mystery Responsive Template. Diberdayakan oleh Blogger.