Hari itu, orang yang paling kaya pada kampung nya, melihat masyarakat yang berkerumun di sebuah tempat, orang kaya itupun penasaran apa yang terjadi di sana, ia langsung menuju ke tempat...
"Permisi, ini ada apa?" tanya orang kaya tersebut.
"Wah kebetulan sekali, ini ada orang sakit, kami tidak bisa mengantarkannya ke rumah sakit, kamu kan orang kaya, kamu mestinya bisa dong ngantarin orang sakit ini." jawab salah satu masyarakat yang ada.
"waduh, bagaimana ya, saya belum pulang kerumah, kendaraan saya juga ada di rumah, saya juga baru pulang dari kerja" ungkap orang kaya itu.
"kamu ini bagaimana sih! orang ini sedang sakit parah, kalau tidak tertolong dengan segera, bisa meninggal dunia." dijawab lagi oleh masyarakat.
"gak, bukannya begitu, saya juga harus mesti ambil kendaraan saya dirumah, lalu habis itu saya kesini lagi, baru deh saya antarin."
orang kaya itupun langsung pergi meninggalkan tempat, dan segera menuju kerumahnya...
dalam hati, masyarakat sangat tidak senang dengan orang kaya itu
"percuma saja orang kaya, tapi nolong orang aja susahnya minta ampun!" ungkap salah satu masyarakat.
kemudian, setelah sampai kerumah, orang kaya itu langsung bergegas dan pergi menuju tempat tadi, tapi apa yang terjadi, ternyata orang yang sakit parah tadi sudah diantar ke rumah sakit oleh orang lain.
"udah deh, gak perlu kamu tolongin, udah diantar orang lain."
"percuma jadi orang kaya, kalo gak mau nolongin orang susah."
ocehan demi ocehan masyarakat di lontarkan ke orang kaya tersebut, namun orang kaya itu hanya diam saja menghadapinya.
suatu hari, orang kaya itu jatuh sakit parah, dan meninggal dunia. karena masyarakat tidak senang dengan keberadaan harta warisan orang kaya itu, mereka meminta untuk digusur saja lahan orang kaya itu. terjadilah keributan yang cukup meresahkan keluarga orang kaya itu.
"sudah diam semuanya!" teriak pak ustad selaku pengurus mesjid dari luar rumah orang kaya.
"ada apa ini? kenapa ada keributan di rumah orang yang lagi berduka?" lanjut pak ustad
"begini pak ustad, orang kaya ini sudah membuat kami tidak nyaman, jadi kami tidak terima kalau rumah nya ini di ambil alih oleh keluarga nya, kami minta untuk di gusur saja!" jawab salah satu orang yang berada di halam rumah orang kaya.
"kalian sebaiknya yang tidak tau diam saja, lebih baik jangan buat keributan dirumah orang yang lagi berduka. kalian yang satu kampung, seharusnya kalian lebih kompak dan damai. kenapa jadi malah begini!" pak ustad mencela perkataan orang itu.
"bagaimana tidak pak ustad, kalau keluarganya yang mengambil alih, sama saja kan dengan sebelumnya? malah mungkin lebih parah lagi."
tetap saja masyarakat tidak terima dengan orang kaya itu.
"sebenarnya saya tidak ingin membuka aib orang kaya ini, sebelumnya saya mohon maaf dengan keluarga dari orang kaya ini dulu, asalkan kalian tau saja, yang membantu mendirikan pos penjagaan, membetulkan jalan, membantu anak-anak yatim, bahkan mendirikan mesjid. sebagian besar itu dari orang kaya ini, dia berpesan kepada saya, 'pak ustad, bantuan saya tolong jangan diberitahukan kepada orang lain, jangan diumbar-umbar, cukup Allah yang menjadi saksi dan mengetahuinya, jadi saya mohon kepada pak ustad, jangan diumbar-umbar'."
Lantas seketika keadaan langsung senyap, hening tanpa suara, lalu terciumlah bau harum dari mayit orang kaya itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar